Adventure of Memory


"Hidup adalah sebuah kisah." Sebuah kalimat yang dikatakan Rifatila padaku saat kami masih duduk di SMP. Agak sulit aku mencerna kata-katanya pada saat itu. Hidup adalah sebuah kisah, life is a story.

Bayangkan dirimu berada di masa depan dan bercerita tentang dirimu yang sekarang. Rasanya pasti berbeda dengan pada saat dirimu menjalani hidup di masa sekarang. Di masa depan nanti bisa saja kamu malu pada hal yang pernah kamu banggakan, senang terhadap hal-hal sedih, dan sedih terhadap hal-hal menyenangkan yang tidak dapat kamu rasakan lagi. Itulah kisah yang bernama kehidupan. Hidup adalah kisah.

Hidup adalah kisah di mana setiap orang menjadi pemeran utama dalam hidupnya. Apakah dia menjadi protagonis? Atau antagonis? Kehidupan seseorang dapat dibaca dari berbagai cara yang berbeda. Jika setiap orang yang membaca kisah orang lain dan membandingkan dengan dirinya sendiri, tanggapannya pun akan berbeda. Dari konsep ini kita juga dapat menggunakan kisah orang lain untuk mengisi kisah kita. Dari konsep ini kita dapat memahami kisah orang lain, dengan meletakkan diri kita, membayangkan diri kita adalah pemeran utama dalam kisahnya.

Pemikiran ini kembali berputar dalam ingatanku malam ini sehabis aku mengantar Andry Tang ke kostnya. Aku berkeliling sebagian kota Medan sejenak. Memutari pinggiran Lapangan Merdeka saat tengah malam. Sekilas aku melintasi sebuah tempat di mana tertulis kisah masa laluku. Sebuah foto pertama yang tak pernah kumiliki. Ironi.

Kalau digambar kira-kira fotonya seperti ini.

"Dont look back we are not going to past."
Benar, tidak bisa manusia pergi ke masa lalu.
Jikalau pun ada yang bisa seperti yang ada di film Butterfly Effect.
Maka mereka akan pergi ke dunia parallel lainnya dengan timeline yang berbeda.

Dalam kehidupan yang memiliki timeline ini. Aku harus terus bernapas selama aku hidup. Bernapas, bernapas, dan bernapas. Itulah caranya melalui hidup ini. Tidak perlu ribet memikirkan ini dan itu. Semuanya ada jalannya sendiri.

Perjalananku cukup jauh juga ternyata. Aku tiba di rumah hampir pukul 01:00 AM. Tugas kuliah perlahan mulai selesai. Namun, tugas organisasi baru saja kumulai. Waktuku ada setahun. Rasanya terlalu singkat untuk mewujudkan suatu mimpi, tetapi terlalu lama jika terus dinanti untuk berakhir. Ya, itulah waktu.

Biarlah waktu yang menjawab.

download
alternative link download